Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

CERPEN


Permberian Yang Terindah


Mengawali hari itu dengan termangu pada cendela kamarku. Sejak bunda pergi, hanya aku dan ayah yang tinggal di sini. Rumah kecil, sederhana, dan sampingnya ditumbuhi pohon singkong yang sering kami makan sebagai pengganti nasi ketika tidak ada sepeserpun uang yang dimiliki ayah. Aku sadar hidupku berbeda dari teman-teman sebayaku. Aku tidak begitu beruntung jika dibandingkan dengan mereka. Namun aku tetap menatap masa depanku, sekalipun belum tentu aku bisa meraihnya. Orang tuaku adalah inspirasi hidupku. Mereka selalu mengajarkanku untuk hidup sederhana, sekalipun dalam kekurangan selalu mengucap syukur. Aku bangga di lahirkan di keluarga kecilku ini.
Bagiku kepergian bunda adalah awal petaka dalam hidupku. Seperti sumbu yang habis terlalap oleh api. Tidak ada cahaya kehidupan. Hanya kekosongan yang penuh piluh, aku rasakan. Tidak ada belaian mesra yang membelai rambut panjangku. Tak ada malam yang penuh kehangatan, di mana aku terlelap tidur dalam pangkuan hangatnya usai berkeluh kesah tentang hidupku.
“Aku kangen Bunda, Yah,” kataku mendekati ayah.
“Doakan Bunda di sana, Nak,” kata ayah sambil memelukku.

Jumat, 07 Juni 2013

Sepotong Kayu Untuk Tuhan

Matahari sudah tinggi di pedusunan kecil itu, ketika lelaki tua terbaring di kursi panjang, di muka rumahnya. Ia berbuat demikian sejak pagi. Tak seorang pun akan menahannya berbuat itu! Isterinya tidak di rumah. Syukurlah aku bisa bikin anak! Dan anak itu bisa bikin cucu! Perempuan tua, isterinya, beberapa hari yang lalu mengatakan padanya, bahwa ia kangen setengah mati pada cucunya. Maka pergilah perempuan cerewet itu. Ia pergi dengan kereta terpagi kemarin.
Lelaki tua itu sendiri saja. Kalau tidak, tentu isterinya telah mencarinya, bila pagi-pagi dia berbaring saja macam sekarang. “Pergi pemalas!”, kata isterinya andaikata ia di rumah. Tetapi ia tak dirumah. Lelaki tua itu menjulurkan kaki sepuasnya, menyedot pipa sampai nafasnya terasa sesak. Sekaranglah ia benar-benar bebas. Seaptutnya ia pergunakan kebebasan itu untuk bermalas-malas: berbaring di kursi panjang menikmati langit, pohonan, dan kebunnya.
Rumah itu terletak dipinggir dusun, jauh dari tetangga. Tak seorang pun akan melihatnya berbaring sampai kapan pun. Dibelakang rumah adalah sungai kecil. Kebunnya melandai sampai menyentuh tepi sungai itu. Pohon-pohon meramaikan pekarangan. Alangkah berat kerjanya! kalau istri dirumah, dia akan disuruhnya membungkuk-bungkuk sepanjang kebun. Ada-ada saja. Kayu! Kayu habis! Alangkah kotor kebun kita! Ia harus bangkit cepat-cepat, kalau tidak ingin basah kuyup tubuhnya oleh siraman air istrinya. Kerja itu memang perlu, ia tahu. Hanya isterinya terlalu cerewet. Ia yang sudah seputih itu rambutnya masih saja dinilai sebagai pemalas. Persetan! Toh, istrinya tidak ada sekarang!.

Jumat, 31 Mei 2013

Hadiah Terakhir dari Ayah

Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah..sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. .Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.Diapun ber'angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia mencintai anak itu.Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci!


Minggu, 10 Februari 2013

Analisis Puisi "CATETAN TH. 1946"



CATETAN TH. 1946


1      
Ada tanganku, sekali akan jemu terkulai,

2      
Mainan cahya di air hilang bentuk dalam kabut,
I
3      
Dan suara yang kucintai kan berhenti membelai

4      
Ku pahat batu nisan sendiri dan kupagut

5      
Kita – anjing diburu – hanya melihat sebagian sandiwara

6
                                                                              sekarang

7
Tidak tahu Romeo & Yuliet berpeluk di kubur atau di ranjang
II
8
Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu

9
Keduanya harus dicatat, keduanya dapat tempat

10
Dan kita nanti tiada lagi, sawan diburu

11
Jika bedil sudah disimpan, cuma kenangan berdebu
III
12
Kita memburu arti atau diserahkan kepada anak lahir sempat,

13
Karena itu jangan mengerdip, tetap dan penamu asah,

14
Tulis karena kertas gerdang, tenggorakan kering sedikit demi sedikit mau

15
                                                                                                            basah!







Sabtu, 09 Februari 2013

Kritik Sastra



KRITIK SASTRA
KRITIK IMPRESIONISTIK PADA CERPEN DAN SAJAK
Untuk memenuhi UAS Kritik Sastra
Dosen mata kuliah : Prof. Dr. Soedjiono, M. Hum



 







Oleh :
Erlin Winarto






UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
2013

Senin, 04 Februari 2013

Tentang Sintaksis

Pengertian Sintaksis
Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “sun” yang berarti “dengan” dan kata “tattein” yang berarti “menempatkan”. Jadi, secara etimologi berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Sintaksis adalah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana. Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang sudah sangat tua, menyelidiki struktur kalimat dan kaidah penyusunan kalimat (Suhardi, 1998:1). Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara kata atau frase atau klausa atau kalimat yang satu dengan kata atau frase (clause atau kalimat yang lain atau tegasnya mempelajari seluk-beluk frase, klause, kalimat dan wacana (Ramlan. 1985:21). Sintaksis adalah subsistem bahasa yang mencakup tentang kata yang sering dianggap bagian dari gramatika yaitu morfologi dan cabang linguistic yang mempelajari tentang kata ( Hari Murt Kridalaksana, 1993 ).
*sintaksis adalah salah satu cabang tata bahasa yang membicarakan struktur2 kalimat, klausa dan frasa

Minggu, 09 September 2012

PRAGMATIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Pragmatik sebagaimana yang diperbincangkan di indonesia dewasa ini paling tidak dapat dibedakan atas dua hal sebagai berikut: “(1) pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan atau (2) pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar”. pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan masih dapat dibedakan lagi atas: “(1) pragmatik sebagai bidang kajian linguistik, dan (2) pragmatik sebagai salah satu segi di dalam bahasa”. Pragmatik sebagai salah satu segi di dalam bahasa lazim pula disebut “fungsi komunikatif”.

Minggu, 05 Agustus 2012

Karya Sastra Indonesia Saatnya Mendunia

Para seniman hari Sabtu (21/7/2012) malam mendeklarasikan “Sastra untuk Indonesia Lebih Baik” yakni kegiatan sastra untuk memajukan, mencerdaskan dan mengharumkan citra Indonesia di mancanagara.
Deklarasi digelar di Kantor Perhimpunan Penulis Tionghoa Indonesia (Yin Hua Zuo Xie), Jakarta Barat dengan juru bicara Leonowens SP, sastrawan dunia yang dikenal dengan karyanya “Mahaphrana”.
Ketua Yin Hua Zou Xie, Jeanne Laksana menyatakan, karya sastra Indonesia sudah saatnya mendunia dengan keciriannya. Untuk itu, tengah dirintis pula penerjemaahan karya sastra Indonesia kedalam bahasa Mandarin. Bersamaan dengan itu, digelar apresiasi karya sastra untuk buku “KADO”, “Aura” dan “Kalau kau Rindu Aku” masing-masing karya Soesi Sastro dan Dharmadi.

Selasa, 12 Juni 2012

Penggunaan Bahasa Baku di Kalangan Pelajar

Pengaruh penggunaan Bahasa Gaul terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan pelajar.

 Bahasa Gaul adalah Bahasa non resmi yang digunakan oleh kalangan tertentu ,sifatnya sementara,bahasa gaul digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelmpok usia lainagar pihak lain tidak mengetahui apa yang sedang di bicarakan.Banyak diantara kalangan pelajar menggunakan bahasa Gaul dan sering menyingkat kata-kata dalam kehidupan sehari-hari.Hal tersebut membuat Peranan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sedikit terganggu.Pasalnya,Banyak pelajar dimasa sekarang mengikuti jaman yang semakin bekembang baik dari segi budaya dan perilaku . Para responden mengakui bahwa penggunaan bahasa gaul hanya digunakan oleh teman-teman sebayanya,dan orang-orang disekitar yang sering menggunakan  bahasa gaul saat berbicara.Para responden hanya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan orang yang lebih tua.Pengaruh Bahasa Gaul terhadap tatanan bahasa Indonesia adalah perkembangan jaman modernisasi ,dimana segala hal yang ada dikalangan pelajar yang selalu ter up-to date. Tren penggunaan bahasa gaul yang diilhami dari pelaku tokoh masyarakat misalnya artis.Salah satunya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang di campur dengan bahasa inggris yang bertujuan agar seseorang dianggap modern.Maraknya penggunaan bahasa gaul dalam pesan singkat,hal ini secara tidak langsung mempengaruhi penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan pelajar.

Rabu, 30 Mei 2012

Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas, Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel, Hamburg


Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. Sebetulnya, Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2.000 dollar AS lebih. Namun, kalau sudah ada keinginan orangtuanya, biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan.
Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu.
“Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini,” tulis ayah Berbi. “Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.”
Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan, “Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse.”
Seperti biasa, ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Kalau disebutkan dalam surat, barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Jadi, ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Bukan untuk membuat Berbi penasaran, tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman, ke rumah orangtuanya.

Kamis, 10 Mei 2012

Puisi Sajak Bulan Mei 1989 Di Indonesia - W S Rendra

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

Jumat, 04 Mei 2012

Puisi angkatan tahun 80-an

KUSANGKA

Kusangka cempaka kembang setangkai

Rupanya melur telah diseri…..

Hatiku remuk mengenangkan ini

Wasangka dan was-was silih berganti.


Kuharap cempaka baharu kembang

Belum tahu sinar matahari…..

Rupanya teratai patah kelopak

Dihinggapi kumbang berpuluh kali.


Kupohonkan cempaka

Harum mula terserak…..

Melati yang ada

Pandai tergelak…..

Mimpiku seroja terapung di paya

Teratai putih awan angkasa…..

Rupanya mawar mengandung lumpur

Kaca piring bunga renungan…..