Rabu, 30 Mei 2012

Cerpen: Pamusuk Eneste Sumber: Kompas, Edisi 02/02/2003 Fuhlsbuettel, Hamburg


Inilah perjalanan Berbi yang ketiga kalinya ke Tanah Air setelah tiga tahun bermukim dan memperdalam pengetahuan di negeri Goethe itu. Sebetulnya, Berbi merasa sayang juga dengan biaya yang dikeluarkan orangtuanya guna membeli tiket pesawat terbang Hamburg-Frankfurt-Jakarta-Frankfurt-Hamburg seharga 2.000 dollar AS lebih. Namun, kalau sudah ada keinginan orangtuanya, biasanya biaya menjadi tak relevan dipersoalkan.
Berawal dari sepucuk surat yang hinggap ke apartemennya beberapa hari yang lalu.
“Pulanglah segera begitu kamu menerima surat ini,” tulis ayah Berbi. “Ada hal penting yang hendak kubicarakan denganmu.”
Dalam surat tercatat dan pos udara itu juga disebutkan, “Ayah sudah membayar tiketmu pulang pergi dengan Lufthansa. Kontak saja agen Lufthansa di Moenckebergstrasse.”
Seperti biasa, ayah Berbi tak pernah menyebutkan hal penting apa. Kalau disebutkan dalam surat, barangkali Berbi akan menimbang-nimbang apakah ia akan pulang atau tidak. Jadi, ada kemungkinan ayah Berbi sengaja tak menyebutkan apa hal penting itu. Bukan untuk membuat Berbi penasaran, tetapi agar Berbi betul-betul pulang ke Jakarta. Agar Berbi menyempatkan diri pulang ke Graha Taman, ke rumah orangtuanya.

3 hari 2 malam bersama temen2 di Jedong- Wagir - Malang

hari Jumat, 25 Mei 2012 aku bersama teman2 sastrasia mengikuti PP(pengenalan profesi) yang akan dilaksanakan sampai pada hari Minggu, 27 Mei 2012 di Jedong- Wagir- MALANG..
ini bukan pertama aku ke tempat itu, ini ke 2 kalinya aku kesna. tapi yang berkesan adalah yang baru2 ini, mungkin karena aku perginya havefun ma teman2..enjoy..gag ada sisa dan bantai- membanti seperti yang lain. disana gamenya pun bukan game sembarang. setiap game selalu ada hubungannya dengan pembelajaran (mulai dari mendengar, membaca, menulis, menyimak) complate pokok'nya.



Minggu, 20 Mei 2012

SENYUMANMU by: Letto

Indah matamu derai rambutmu
Menunjukkan itulah keindahan yang memberikan
Bentuk senyuman sebentuk usapan
Kepada hati

Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyamanku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa semuanya sirna
Tanpa cinta

Kutemukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang kucari

Kau bukanlah cantik mu yang kucari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tau yang kutunggu hanyalah senyummu



Sabtu, 19 Mei 2012

REMAJA dalam ALKITAB

 YUSUF

Yusuf adalah seorang tokoh besar, orang nomor dua setelah Firaun di negeri Mesir. Ia adalah pemimpin yang berhasil menyelamatkan bangsa dari kesukaran masa paceklik. Yang hebat, ia mengalami lompatan hidup yang luar biasa, dari budak, pesakitan, sampai akhirnya menjadi pemimpin besar.
Kesuksesan Yusuf sebenarnya dimulai sejak masa mudanya. Bagaimana kehidupan masa remaja Yusuf? Panggilan illahi diterima Yusuf sejak dirinya masih remaja: ”…Yusuf, tatkala berumur 17 tahun – jadi masih muda….” (Kej 37:2). Apa yang terjadi pada masa remajanya itu?