Minggu, 10 Februari 2013

Kiat praktis menghadapi dosen killer

Menurut salah satu sumber yang saya baca pribadi DOSEN itu hanya sekedar profesi, sedangkan orangnya manusia biasa. Akan tetapi, profesi dosen itu ya kayak guru yang udah mendapatkan gelar pahlawan tanpa tanda jasa, sehingga pemilik profesi ini cenderung mendapat status kemuliaan di tengah masyarakat. Bener ga tuh . .hahahhaha. .
Sayang, status kemuliaan tersebut sering dipahami secara berlebihan oleh kita-kita para Mahasiswa, terutama di lingkungan kampus. Gak jarang dosen mengekspresikan status kemuliaan mereka sebagai pendidik secara berlebihan.
Ada tuh sebagian dosen yang nerapin standar tertentu dalam memperlakukan mahasiswa. Repotnya, ada yang yang menerapkan standar ganda, berlaku tidak adil. Realitas inilah yang berpotensi memunculkan dosen killer. GazwaT :D
Ada nih sebuah kasus, seorang mahasiswa yang terbilang rajin kuliah, otaknya pun terbilang encer, dan pola berpikirnya sangat kritis, mendapat nilai D pada sebuah mata kuliah. Tahun berikutnya dia mengulang ujian, ternyata hasilnya tetap D. Padahal, mahasiswa itu jarang mendapat nilai C pada mata kuliah lain.
 Nah di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi dosen killer.,,yang harus kalian lakukan adalah  :

Mendengarkan musik itu banyak untungnya..??

Musik adalah bahasa jiwa, praktisi medis profesional telah merekomendasikan musik untuk kesehatan dan menenangkan jiwa.  Sebuah studi terbaru menyimpulkan bahwa mendengarkan musik memiliki efek kesehatan yang positif pada orang-orang dari segala usia.
Manfaat terapi musik dapat ditelusuri kembali pada waktu dulu untuk ritual perdukunan kuno.  Musik, sebagai alat penyembuhan diakui dalam tulisan-tulisan Pythagoras, Aristoteles dan Plato.  

Mereka percaya bahwa hal itu dapat mempengaruhi fisik, emosi, kognitif dan menenangkan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup.  

  1. Pembunuh rasa sakit : Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit melalui pelepasan endorfin yang bertindak sebagai pembunuh rasa sakit alami.  Hal ini juga dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan mendorong relaksasi.  Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nursing next, mendengarkan musik sehari-hari dapat mengurangi sakit kronis hingga 21 persen.  Studi ini juga menemukan bahwa mendengarkan musik membuat orang merasa mengendalikan rasa sakitnya, depresi berkurang, dan membuat orang merasa kurang dinonaktifkan oleh kondisi mereka.
  2. Mengurangi Stres : Stres telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk penyakit mental beberapa yang tampaknya hanya terjadi pada orang dengan tingkat stres sangat tinggi.  Dalam penelitian yang dilakukan, subyek di perdengarkan  musik setengah jam-musik menenangkan dua kali sehari selama dua minggu.  Hal ini menunjukkan pengurangan signifikan lebih besar pada tingkat stres dan kecemasan dalam study.

7 Simbol Makanan Imlek


Setiap makanan yang disajikan saat Imlek memiliki filosofi dan artinya masing-masing.
Di antaranya adalah:





1. Jeruk = emas
Warna kuning seperti emas, simbol keberuntungan. Ukuran yang besar mengundang rezeki mengalir lebih deras.






Sejarah Imlek

Imlek adalah sebuah perayaan tahun baru bagi umat Tionghoa. Imlek berasal dari negara yang penduduknya mayoritas adalah Chinese. Perayaan ini juga disebut sebagai Perayaan Musim Semi atau Chung Chie. Perayaan ini diiringi ritual bernama La (hari terakhir dalam satu tahun pada saat panen raya sudah dirampungkan dan sebagai ungkapan rasa syukur, orang Chinese (Tionghoa) memberikan sesaji kepada para dewa dan leluhur).  Nah, Sejarah Imlek sendiri berasal dari kisah masyarakat China yang telah melegenda bagi rakyat China.



Berdasarkan cerita rakyat China, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Makhluk Nian selalu  muncul pada hari pertama Tahun Baru dan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak.